Wakili Dandim, Kasdim 0624/Kab Bandung Hadiri Rapat Koordinasi Nataru 2025-2026: Dorong Kolaborasi Keamanan dan Bencana

KAB. BANDUNG, - Dandim 0624/Kabupaten Bandung diwakili Kasdim Mayor Inf Yevi Yuhana, menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tim Kewaspadaan Daerah menjelang Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Lintas Sektor dalam meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan bencana menjelang Nataru 2025-2026” berlangsung di Kalandra Meeting Room, Grand Sunshine Soreang, Jl. Raya Soreang No 06, Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang.Kabupaten Bandung, pada Senin (15/12/2025). Acara dihadiri langsung oleh Bupati Bandung Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., Danlanud Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko, M.M., Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., MH., CPHR., serta pejabat terkait lainnya termasuk Kajari Kab Bandung yang diwakili Kasubsi Intel Suherli, S.H., M.H. Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menekankan kebutuhan pengamanan tempat ibadah dan rumah ibadah secara baik. Ia juga mengusulkan kesiapsiagaan bencana alam selama Nataru, kolaborasi antar instansi melalui grup WhatsApp untuk komunikasi lapangan, serta pembuatan call center terpadu agar masyarakat mudah melapor. Sementara itu, Kasdim Mayor Inf Yevi Yuhana menyampaikan ancaman waspada potensi gangguan kamtibmas dari kelompok radikal dan aliran keagamaan tertentu. Beberapa potensi yang perlu dipantau antara lain aksi sweeping ilegal miras/narkoba, keresahan akibat sikap intoleran terhadap umat Nasrani, serta ancaman dari pergerakan kelompok tidak bertanggung jawab atau terafiliasi terorisme. Ia juga mengingatkan terhadap potensi aksi sweeping ilegal oleh kelompok intoleran tanpa koordinasi aparat, serta ancaman dari eks napiter yang belum sepenuhnya menerima NKRI. Untuk itu, ia menekankan pentingnya pemantauan, deteksi dini, dan sinergi TNI-Polri serta unsur terkait,”kata Kasdim. Pada bagian akhir, Bupati Bandung Dadang Supriatna menekankan kewaspadaan terhadap bencana alam dan kebutuhan kesiapsiagaan serta koordinasi lintas instansi. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kerukunan dan keamanan menjelang Nataru, termasuk antisipasi konflik, terorisme, dan dampak libur panjang. Seluruh perangkat daerah dan camat diminta aktif memonitor wilayah, responsif terhadap potensi ancaman, dan segera berkoordinasi jika terjadi hal darurat,” tutupnya. (Pen)